SLEMAN – menikmati Bakmi Jawa di malam hari, mungkin sudah biasa. Namun apa jadinya, jika makanan tersebut disajikan dalam suasana malam dengan penerangan seadanya, layaknya berada di pedesaan? Tentu akan menjadi spesial bukan?

Konsep itu lah yang ditawarkan Warung Moelih Ndeso (Moeldes) yang terletak di Jalan Denokan, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Mengambil suasana pedesaan dengan latarbelakang sawah, seolah memberi arti tersendiri bagi penikmat menu ini.

Marketing Moelih Ndeso, Heri Kusdianto mengatakan, sekilas Bakmi Jawa Moeldes tampak tak ada bedanya dengan Bakmi Jawa pada umumnya. Namun jika sudah masuk di lidah, barulah bisa membedakannya.

“Spesialnya terletak pada kuahnya yang begitu gurih dan segar. Apalagi kalau dinikmati di malam hari, tubuh bisa menjadi lebih hangat,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jogja.

Rasa gurih yang terdapat pada bakmi godhognya Moledes ini, berasal dari penggunaan telur bebek, dan telur ayam. “Kalau yang ingin bener-bener gurih, bisa pesan telur bebek. Tapi bagi yang tidak suka, bisa pesan pakai telur ayam,” tuturnya.

Selain Bakmi Jawa dengan dua varian, yakni godhog dan goreng, Warung Moeldes juga menyediakan nasi goreng, sego godhog, magelangan, capcay, dan rica- rica ayam.

“Harganya mulai dari Rp 17 ribu untuk bakmi, nasi goreng, dan magelangan. Dan Rp19 ribu untuk rica- rica dan cap cay,” ujarnya.
Kuliner malam ini, dapat dinikmati di Moeldes mulai pukul 15.00, hingga pukul 21.00 WIB. (*/met/jko/mg4)