(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

WISATA karst tubing tak hanya ada di Gunungkidul. Kulonprogo pun memiliki wisata khas pegunungan kapur tersebut. Letaknya di Perbukitan Menoreh Kulonprogo.

Lokasi wisatanya di Sungai Serang di Pedukuhan Clereng, Desa Margosari, Kecamatan Pengasih. Menyajikan permainan air mulai yang ringan hingga arung jeram.

Objek wisata alternatif baru ini menawarkan sensasi meluncur di aliran Sungai Serang dengan ban dalam mobil. Baru dirintis lima bulan terakhir.

Namun jumlah pengunjungnya sudah banyak. Hal itu terpantau pada libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 lalu.

Salah satu keunikan karts tubing Sungai Serang adalah rute yang ditempuh. Cukup jauh, hingga tiga kilometer.

Adrenalin terpompa ketika ban yang digunakan menerjang bebatuan karst. Terbawa derasnya arus sungai menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Pengelola Karts Tubing Sungai Serang Arif Sayoga mengatakan karst tubing atau river tubing itu semacam rafting. Namun mengunakan peralatan bantu apung ban dalam mobil. Karena memiliki dinding bebatuan karts, cocok disebut karst tubing.

Yang membedakan dengan tempat lain, jalurnya lumayan panjang. Ada beberapa pilihan, jalur terpendek satu kilometer, dua kilometer dan tiga kilometer.

“Waktu tempuh sekitar satu jam. Sepanjang jalur ada lokasi-lokasi eksotis. Termasuk dua jeram yang ringan dan aman dilalui,” katanya.

Selain itu, pengunjung bisa mencoba terapi ikan di Kolam Clereng. Sajian ikan wader clereng, singkong rebus dan teh hangat juga bisa dinikmati.

Selama bermain tubing, pengunjung juga disuguhi pemandangan alam luar biasa. Melintasi hutan yang belum ditempati penduduk.

“Permainan ini save, ada prosedur keamanannya. Aturan yang wajib diikuti pengunjung harus memakai seluruh perlengkapan keamanan, yakni pelampung, helm serta usia minimal enam tahun,” katanya.

Jumlah pengunjung terus meningkat. Pada libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 naik dua kali lipat. Pada hari biasa kisaran 50 pengunjung per hari. Saat liburan lebih dari 100 orang pengunjung.

“Biayanya Rp 40 ribu hingga Rp 120 ribu per orang. Tergantung rute yang dipilih. Setiap paket sudah dilengkapi fasilitas terapi ikan di Kolam Clereng,” tandasnya.

Salah seorang pengujung Laras Audrey, 20, mengaku baru kali pertama mencoba river tubing tersebut. Setelah mencoba, dia mengaku ketagihan dan ingin mencoba lagi.

“Seru, saat masuk jeram jantungku berdebar serasa mau copot. Awalnya takut karena airnya deras. Lain waktu nyoba lagi sama temen-temen,” ucapnya.

Pengunjung lain, Vagianus Siskardi ketagihan mencoba lagi suatu saat nanti. “Sempat terantuk batu, lompat di bendungan kedua. Jeramnya beragam, ada yang kenceng ada yang tenang,” ungkapnya. (tom/iwa/mg1)