SELAMA ini, Keraton Jogjakarta masih menjadi primadona kunjungan wisatawan. Namun belum banyak yang tahu, sebelum Keraton Jogja yang berada di pusat kota Jogja berdiri, terlebih dahulu berdiri Keraton Ambarketawang.

Nah, sisa-sisa sejarah bangunan tersebut masih tampak di Pesanggrahan Ambarketawang. Bagi wisatawan pecinta sejarah, tak ada salahnya menelusuri jejak kejayaan Kerajaan Mataram yang ada di Desa Ambarketawang, Gamping, Sleman itu.

Di sana masih tersisa bangunan peristirahatan yang pernah dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Pesanggarahan Ambarketawang pernah digunakan Pangeran Mangkubumi sebagai tempat tinggal sementara. Kondisi keraton yang masih tampak yakni berupa beteng dan sisa bangunan.

Bangunan yang tersisa berupa pendapa yang masih berdiri dan dua bangunan reruntuhan. Sisa-sisa tembok bata berplester panjang 10 meter lebih ini masih berdiri kokoh meski terdapat kerusakan di beberapa bagiannya.

Sedangkan pendapa dengan ukuran 64 meter persegi ini masih cukup terawat. Salah seorang warga Yustinah, 41, mengakan pendapa kerap digunakan untuk kegiatan pecak silat.

“Akhir pekan biasanya ada wisatawan yang mengunjungi tempat ini. Hanya untuk sekadar berfoto,” ujar Yustinah kepada Radar Jogja.

Keberadaan bangunan tua di antara pepohonan yang rimbun menimbulkan kesan mistis. Pohon-pohon besar yang tumbuh, dulunya merupakan alun-alun pesanggarahan.

Masyarakat yang ingin melihat peninggalan sejarah tersebut, tidak dipungut biaya. Namun, diharapkan para pengunjung bisa menjaga kesopanan dan tidak merusak bangunan yang ada.

“Pengunjung juga diminta tidak mencoret-coret bangunan,” kata Yustinah.

Lokasi Pesanggarahan Ambarketawang tak jauh dari Gunung Gamping. Gunung ini yang kerap dijadikan tempat ritual Bekakak. Keberadaan pesanggarahan dan Gunung Gamping sangat cocok bagi wisatawan yang kerap memposting perjalanan wisata melalui media sosial. (bhn/iwa/mg1)